PENGERTIAN
FIRE WALL
Secara umum, pengertian firewall adalah
sebagai pencegah berbagai macam hal yang mampu menyebabkan kerusakan pada
komputer. Yang dimaksud dengan firewall adalah bentuk pengamanan ketika mengakses
informasi, terutama yang sifatnya publik (non private) dan rentan menjadi target utama para hacker ketika komputer tidak disematkan firewall. Tentunya dengan adanya
firewall, para pengguna yang tidak begitu aware dengan adanya sumber informasi tak terpercaya akan
sangat terbantu karena sistem komputer sudah mendapatkan perlindungan berlapis.
Bisa saja sumber informasi tersebut memiliki banyak virus dan mampu merusak
sistem, sehingga mengakibatkan kerusakan fatal dan sulit untuk diperbaiki.
Jenis-Jenis Firewall
1. Circuit Level
Gateway
Jenis firewall Circuit Level Gateway mempunyai
fungsi utama dalam memberikan verifikasi pada TCP (Transmission Control
Protocol). TCP adalah software network (jaringan lunak) yang berfungsi sebagai
media dalam menyalurkan komunikasi data dan terkoneksi ke internet. Hal ini
dikarenakan Circuit Level Gateway hanya melakukan proses screening pada data
yang mempunyai kesesuaian handshake TCP (yakni ketika client mencoba untuk
menyambungkan koneksi ke bagian server) tanpa melihat adanya virus dan bisa
saja lolos dan memasuki sistem komputer.
2. Proxy Firewall
Jenis Firewall yang bekerja pada sistem cloud
ini mempunyai tingkat keamanan ekstra dan lebih tebal dalam memilah serta
mendistribusikan data dari satu sumber ke sumber lainnya. Proses Proxy Firewall
bekerja ketika berada pada lapisan tertentu di sebuah aplikasi serta melintasi
sumber lalu lintas jaringan dan koneksi yang kamu gunakan.
Proxy Firewall mempunyai tingkat keamanannya
sangat baik karena paket data yang didistribusikan akan melalui serangkaian
pemeriksaan berlapis, seperti jenis konten dan memastikan jika tidak ada
satupun virus yang terbawa dan berpotensi lolos dari proses screening, baru
setelah itu Proxy Firewall diberikan persetujuan untuk diakses ke tahap
selanjutnya.
3. Software Firewall
Bisa dikatakan Software Firewall tidak hanya
mengatur sistem pendistribusian data, akan tetapi menjadi pelindung sistem
komputer layaknya antivirus. Namun, yang membedakan antara antivirus dan
Software Firewall adalah dari fungsinya dalam menangani virus.
Jika antivirus bertugas untuk mencari
virus-virus yang sudah terlanjur masuk ke dalam sistem komputer, maka fungsi
Firewall adalah untuk “menghalangi” virus tersebut ketika hendak memasuki
sistem serta membantu dalam menstabilkan jaringan supaya tidak terganggu.
4. Stateful Inspection
Firewall
Jenis firewall yang bekerja pada layer
aplikasi transport dan internet adalah Stateful Inspection Firewall. Jenis
firewall berikut memiliki tingkat keamanan yang cukup tinggi dibandingkan
jenis-jenis firewall lainnya, di mana ia mampu mengecek sumber paket dan
membuka isi paketnya sendiri. Sayangnya, proses pembukaan paket tersebut bisa
menurunkan performa sistem.
Fungsi Firewall di Jaringan Komputer
1. Pencegahan Konten yang Membahayakan
Sebenarnya definisi konten dianggap
membahayakan tergantung dari efek yang dihasilkan ketika konten tersebut
ditampilkan atau mudah diakses. Misalnya saja dari pihak pemerintahan yang
melakukan pemblokiran secara massal terkait konten-konten seperti situs porno
dan judi.
Memberikan kemudahan dalam proses pemblokiran
sebuah informasi adalah fungsi firewall. Kamu tidak perlu repot melakukan
pemblokiran satu per satu karena dengan adanya firewall, sistem akan dengan
cepat mendeteksi informasi “terlarang” dan secara default menghentikan proses pengaksesan data.
2. Melakukan Pengawasan pada Bandwith
Fungsi teknis lain dari firewall adalah
melakukan pengawasan pada bandwith. Singkatnya, bandwidth adalah jalur
komunikasi yang berfungsi sebagai penyalur data dari titik server menuju client.
Besarnya kapasitas bandwidth mempengaruhi
kecepatan informasi yang disalurkan dalam hitungan bit per second (bps). Nah, dengan adanya firewall, kamu
dapat mengatur bandwith dalam penyaluran informasi, sehingga dapat difilter terlebih
dahulu apakah aman atau tidak untuk didistribusikan melalui sistem komputer.
3. Pemberian Fasilitas VPN
Virtual Private Network (VPN) menjadi salah
satu cara untuk mengakses informasi secara private (pribadi)
dengan memanfaatkan jaringan lain namun tetap aman dan terjaga kerahasiaannya.
Biasanya, penggunaan VPN digunakan ketika kamu
akan mengakses situs-situs luar negeri dan diberi batasan ketika diakses di
dalam negeri. Selama proses penggunaan VPN, firewall memberikan peran penting
sebagai pemberi fasilitas pada sistem, sehingga dapat diakses dengan tingkat
keamanan yang lebih tinggi.
4. Penyedia Layer Aplikasi Transport dan
Internet
Layer aplikasi transport dan internet adalah
bagian dari sistem komputer yang berfungsi untuk melakukan pemecahan,
penyatuan, pengaturan alur dan jenis koneksi hingga pendistribusian koneksi
supaya dapat diakses dengan mudah dan terorganisir.
Di sini, fungsi firewall adalah mengatur
proses koneksi pada layer aplikasi transport, sehingga data yang ingin kamu
akses lebih aman tanpa perlu khawatir akan merusak sistem komputer karena
adanya virus.
Manfaat Firewall
1. Menghindari perangkat dari malware dan
sejenisnya
Kejahatan di dunia maya seperti maleware bisa terjadi kapan saja. Namun, tenang saja. Sebab
firewall dapat mencegah perangkat kamu terkenal malware.
2. Menjaga perangkat dari peretasan
Manfaat firewall selanjutnya adalah melindungi
perangkat kamu dari peretasan yang dilakukan oleh hacker dari jarak jauh.
Konfigurasi OS yang benar dari firewall mampu mematikan akses apapun termasuk
kontrol perangkap jarak jauh.
3. Bermain game online lebih aman
Tadi telah disebutkan jika malware bisa
terjadi dan datang kapan saja atau di mana saja, tak terkecuali saat bermain
game online. Akan tetapi, virus-virus tersebut dapat dicegah hingga diblokir
oleh firewall. Sehingga, perangkat kamu pun menjadi aman sentosa.
Cara Kerja Firewall
1. Penyaringan Data
Pertama, cara kerja firewall adalah data akan
diakses terlebih dahulu melalui proses penyaringan (filter). Nantinya,
Firewall akan melakukan pemilihan data secara detail untuk mendeteksi informasi
mana yang bisa didistribusikan atau dibuang. Jika data tersebut sesuai dengan
kriteria yang dibutuhkan sistem, maka Firewall akan meloloskannya.
2. Layanan Proxy
Cara kerja firewall menggunakan layanan proxy
dapat diterapkan untuk memudahkan proses pendistribusian dari internet ke
sistem pusat, begitu pula sebaliknya. Firewall akan langsung mengambil data
yang ada di internet, kemudian diarahkan pada sistem yang telah melakukan request data
tersebut.
3. Melakukan Proses Inspeksi
Metode inspeksi mengizinkan sistem melakukan
proses penyesuaian data yang sudah dianggap aman untuk didistribusikan. Tujuan
penyesuaian karakteristik data adalah melihat apakah data tersebut sesuai
dengan kualifikasi yang diterapkan oleh sistem.
Komentar
Posting Komentar